Cociped hadir karena kami percaya bahwa informasi yang benar tentang gaya hidup sehat untuk sendi seharusnya bisa dijangkau oleh siapa saja—dari Sabang sampai Merauke.
Masalah sendi—dari nyeri lutut hingga kekakuan punggung—adalah keluhan yang sangat umum di Indonesia, terutama di kalangan dewasa di atas 40 tahun. Ironisnya, banyak dari kondisi ini diperparah oleh kebiasaan yang bisa diubah: pola makan tinggi garam, kurang gerak, dan tidur tidak teratur.
Yang kami temukan adalah kurangnya sumber informasi yang benar-benar relevan untuk konteks Indonesia. Banyak panduan kesehatan yang beredar diadaptasi dari negara lain dengan pola makan, bahan makanan, dan gaya hidup yang sangat berbeda. Kunyit, tempe, ikan kembung, dan jamu jahe tidak ada dalam panduan-panduan itu.
Cociped lahir pada 2024 sebagai jawaban atas kebutuhan itu. Kami membangun konten edukasi yang memadukan dasar ilmiah yang kuat dengan kearifan lokal dan realitas kehidupan sehari-hari di Indonesia—dari kota besar sampai daerah.
Kami independen, tidak berafiliasi dengan merek suplemen atau produk kesehatan apapun. Satu-satunya produk kami adalah pengetahuan yang dapat dipercaya.
Prinsip ini bukan sekadar kata-kata—kami terapkan dalam setiap keputusan editorial dan kreatif.
Tenaga profesional Indonesia dari berbagai bidang yang bersatu dalam satu misi: edukasi kesehatan sendi yang bisa diakses semua orang.
Kami percaya tubuh manusia memiliki kemampuan adaptasi luar biasa. Sendi yang mendapat gerakan cukup, nutrisi tepat, dan istirahat yang baik akan berfungsi lebih baik—terlepas dari usia.
Kami percaya bahwa tempe, kunyit, dan bayam yang dijual di pasar pagi sama berharganya bagi kesehatan sendi seperti suplemen mahal mana pun—jika digunakan dengan benar dan konsisten.
Dan kami percaya bahwa Indonesia, dengan kekayaan pangan dan budaya bergeraknya, punya semua yang dibutuhkan untuk membangun gaya hidup yang mendukung kesehatan sendi—asalkan informasinya tersedia dan mudah dipahami. Itulah yang ingin kami wujudkan.